Sebagai manusia normal, rasanya mustahil jika kamu tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali. Bertindak implusif merupakan ciri khas atau karakter manusia terutama di usia remaja. Dalam beberapa kasus, seseorang mampu mengatasi rasa bersalah dengan sangat baik dan melanjutkan hidup dengan baik.

Tapi tidak sedikit pula yang mengalami trauma berat hingga kesalahan yang pernah dilakukannya pada orang lain terasa tak termaafkan. Ada saja pikiran negative yang membuatnya tidak mampu beranjak dari masa lalu. Hingga rasa bersalah yang mengakar membuatnya kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.

Dampak Menyimpan Rasa Bersalah Berlebih

Merasa bersalah atas perbuatan buruk merupakan tindakan terpuji. Seberapa besarkah skala rasa bersalah yang kamu rasakan? Apakah kamu masih bisa menanggungnya sendiri? Berikut ini dampak negative jika kamu menyimpan rasa bersalah berlebihan dalam jangka waktu lama.

Tidak Bisa Melanjutkan Hidup Dengan Bebas

Rasa bersalah datangnya dari hati yang menandakan besarnya rasa empati yang kamu miliki. Sayangnya, rasa bersalah yang dipupuk terus menerus akan menghambat perjalanan hidupmu. Kamu tidak bisa lagi menatap dunia dengan bangga, tidak lagi bisa bebas mengekspresikan diri. Jika dibiarkan terus menerus, tidak mustahil kamu akan kehilangan jati dirimu.

Tidak Tersenyum Dengan Lepas

Selain kehilangan semangat hidup, orang yang hidupnya dihabiskan dengan merenungi kesalahan juga tidak bisa tersenyum dengan lepas. Saat tertawa, tawa yang keluar bukan tawa bahagia. Dan saat tersenyum, senyum yang terlihat bukan senyuman tulus.

Depresi

Dampak paling parah yang bisa kamu alami ketika menyimpan rasa bersalah tanpa berusaha menyingkirkannya sama sekali adalah depresi. Depresi merupakan penyakit mental yang bisa menggerogoti kesehatan tubuh dan pikiranmu.

Saat merasa depresi, seseorang menjadi lebih rentan terutama ketika memiliki masalah. Depersi yang sudah terlalu parah bisa membuat seseorang menjadi gelap mata. Dan tidak menutup kemungkinan akan mengambil keputusan pendek, seperti beralih pada narkotika atau hal hal gak masuk akal lainnya.

Cara Mengatasi Rasa Bersalah yang Berlebih

Menghilangkan rasa bersalah harus dimulai dari dirimu sendiri. Jika kamu enggan melakukannya dan memilih untuk menghindar, orang lain tidak bisa membantumu untuk lepas dari belenggu rasa bersalah.

Sebagai permulaan, lakukan beberapa hal ini agar terlepas dari rasa bersalah berlebihan:

1. Minta Maaf dan Selesaikan Masalah

Karena rasa bersalah yang kamu alami bersumber pada orang lain. Meminta maaf secara langsung akan menjadi jalan keluar terbaik. Kamu bisa mengunjungi orang yang kamu sakiti untuk menyelesaikan unfinish business di antara kalian.

Saat melakukan cara ini, kamu harus mempersiapkan diri dengan dua kemungkinan yakni sambutan hangat atau penolakan. Apa pun respon yang diberikan oleh orang lain, teruslah berusaha meminta maaf hingga kesalahan yang kamu lakukan dimaafkan. Dan kamu merasa lebih legi setelahnya.

2. Belajar Memberi Maaf Pada Diri Sendiri

Jika tahapan pertama sudah selesai tapi rasa bersalah masih saja muncul. Tandanya, kamu belum mampu memaafkan dirimu sendiri. Cobalah untuk menghargai usaha yang kamu lakukan agar rasa bersalah itu menghilang.

Memaafkan diri sendiri bukan berarti kamu bersikap egois. Sama seperti orang lain kamu juga butuh melangkah maju tidak selamanya stuck dengan kesalahan masa lalu. Jika kamu menyakiti dirimu sendiri secara tidak langsung kamu tidak menghargai pencapaian yang telah kamu lakukan. Lantas, untuk apa kamu berusaha meminta maaf pada orang yang kamu sakiti?

3. Renungkan Kembali Kesalahan yang Pernah Kamu Lakukan

Ada beberapa jenis kesalahan yang bisa kita jumpai di dunia ini. Pertama adalah kesalahan yang tidak disengaja atau kesalahan yang muncul akibat pemikiran negative yang kamu miliki.  Dan berikutnya adalah kesalahan yang disengaja. Dari ketiga jenis kesalahan tersebut, silahkan kamu renungkan. Mana jenis kesalahan yang telah kamu perbuat?

Misalnya rasa bersalah yang muncul akibat pemikiran negative ketika kamu memilih untuk bekerja dan meninggalkan buah hati di tangan pengasuh. Sebagai seorang ibu, kamu merasa sangat bersalah. Hingga tidak bisa melakukan pekerjaan dengan profesional. Nyatanya, tidak selamanya membiarkan anak di tangah pengasuh mendatangkan dampak negative. Anak masih bisa tumbuh dan berkembang.

Jangan sampai rasa bersalah yang tak berdasar tersebut membuat pikiranmu terganggu.

4. Jika Sudah Semakin Parah, Minta Bantuan Psikolog

Meminta bantuan tenaga ahli psikologi akan membantumu lepas dari rasa bersalah berlebih. Selain berkeluh kesah padanya, kamu bisa meminta saran dan masukan untuk permasalahan yang kamu miliki.

Di Indonesia, banyak klinik praktek psikolog yang bisa kamu kunjungi. Pilih psikolog yang mampu memberikan rasa nyaman sehingga kamu bisa lepas ketika bercerita. Saat ini, beberapa psikolog bahkan menawarkan konseling secara online dan bisa kamu akses kapan pun saat kamu memerlukannya.

Itulah empat cara sederhana hingga profesional yang bisa kamu terapkan sebagai cara mengatasi rasa bersalah berlebih. Menghapus satu rasa bersalah akan membantu membuat hati dan pikiranmu merasa lega. Kamu bisa membuka hati untuk menjangkau lembaran hidup yang baru. Memulai segalanya dari awal dengan pribadi dan pemikiran yang baru.

  • Harby Jay

    Terima kasih atas tipsnya, it would go a long way in saving lives