Manusia sungguh wajar jika berbuat kesalahan. Kadar parahnya suatu kesalahan yang kita perbuat, dapat diukur besar atau tidaknya melalui perasaan masing-masing. Sering kali jika kita mengukur kesalah yang telah kita perbuat itu besar, akan menimbulkan rasa bersalah.

Lalu, apa sebenarnya rasa bersalah itu atau yang biasa disebut sebagai feeling guilty? Normalkah sering merasa bersalah? Yuk kita cari tahu pengertian dan akibatnya.

Apa itu Rasa Bersalah?

Rasa bersalah adalah wujud emosional akibat suatu kejadian yang menyerang psikologis seseorang dan membuatnya dihantui sebuah rasa untuk menyalahkan diri sendiri. Perasaan emosional ini terjadi tidak memandang umur, bisa anak kecil, remaja, bahkan usia lanjut bisa merasa bersalah.

Rasa bersalah tentu saja timbul akibat keyakinan kita telah melakukan kesalahan yang terjadi sebelumnya. Bisa beberapa menit yang lalu, beberapa jam yang lalu, bahkan beberapa tahun yang lalu.

Rasa bersalah juga termasuk wujud hukuman mental, karena telah sadar secara moral bahwa telah melakukan kesalahan atau kegagalan yang mengecewakan. Sifat ini normal terjadi dan alamiah, yang artinya perasaan ini muncul sendirinya.

Akibat Negatif Timbul Rasa Bersalah

Perasaan bersalah tidak serta merta menjadi sebuah hasil melakukan kesalahan. Perasaan ini bisa menjadi cikal bakal dampak psikologis yang lain yang bisa merugikan atau malah menguntungkan. Lalu, apa saja dampak dari rasa bersalah?

1. Penyesalan

Penyesalan masuk dalam bagian rasa bersalah. Rasa bersalah bisa berwujud sebagai kekecewaan yang mendalam hingga menangis, marah, bahkan menyakiti diri sendiri. Dampaknya cenderung fatal, karena sifatnya yang internal atau hanya bisa diarasakan oleh pribadi seseorang.

Selain merusak mental, korban perasaan ini bisa membuat berbagai cara pelampiasan atau hukuman. Tidak banyak orang yang merasa bersalah yang berujung menyesal, kemudian melampiaskan emosi tersebut dengan melukai fisik diri sendiri. Jika sudah sampai pada tahap ini, silahkan simak cara menebus perasaan bersalah.

2. Malu

Dampak lainnya yang sering dirasakan adalah malu. Orang yang merasa bersalah bisa saja merasa malu terhadap dirinya sendiri sampai tidak sanggup mengingat kembali detail kesalahan yang telahh diperbuat. Perasaan malu terhadap diri sendiri cukup sulit untuk didefinisikan, tetapi perasaan ini sering terjadi. Orang yang merasa malu akibat rasa bersalah cenderung tidak sukak membahas kesalahan yang membuatnya merasa bersalah.

3. Rendah Diri

Rasa bersalah bisa berhujung denan merenda-rendahkan diri sendiri secara berlebihan. Dampak negatif dari perasaan rendah diri adalah seseorang takut untuk berkembang atau ragu untuk terjun dalam hal yang membuat dia merasa bersalah.

Memang secara logika kita harus memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat, namun kita juga harus ingat bahwa mental kita juga perlu diperbaiki. Jangan sampai rasa bersalah membuat kita rendah diri dan takut untuk berkembang.

4. Penyakit Fisik

Emosional psikologis memang berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik. Rasa bersalah bisa mengakibatkan fisik kita ikut sakit. Penyakit yang biasa timbul adalah nyeri perut, pusing, kelelahan, nyeri di bagian dada, hingga penyakit lainnya.

Dampak fisik akibat emosional bisa berbeda setiap orang. Tentu harus dihindari rasa bersalah seperti ini, karena disamping merusak mental, fisik kita juga ikut merasa sakit.

5. Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Dampak dari rasa bersalah tidak melulu negatif. Banyak orang yang menjadikan rasa bersalah sebagai batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak yang menjadikan kesalahan atau kegagalan yang telah dia perbuat menjadi motivasi untuk sukses.

Pada bagian ini, mental kita terbentuk untuk menjadi pribadi yang kuat dan menerima kejadian buruk yang sudah terjadi.

Jika selama ini kamu bertanya mengenai pengertian, kini kamu sudah bisa menjawab pertanyaan dari rasa bersalah adalah? bahkan sampai dampak positif maupun negatifnya. Rasa bersalah wajar terjadi pada manusia dan kita harus pintar dalam menyikapinya.

Belajar menerima pribadi kita, mengiklaskan segala kejadian yang sudah terjadi, bisa membantu psikologis kita untuk mencari sisi positif dari masalah tersebut. Tidak sedikit orang malah menjadi orang sukses berkat merasa bersalah. Perlu adanya kontrol emosi sehingga tidak hanya dampak negatif rasa bersalah yang kita terima, tetapi sisi positifnya juga.

There are currently no comments.